Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Maret 2011

Simpati Untuk Korban Tsunami

Berbagai varian bunga anggrek ini, tersedia di taman depan rumah kami, hanya sekedar berbeda warna-warni. Semua indah, karya Sang Maha Kreasi. Sebuah puisi, persembahan untuk korban gempa tsunami Jepang di bulan Maret ini. Doa dan simpati kami, untuk teman dan saudara kami di seberang samudera.
karena kita sedikit berbeda, 
itu hanya rupa
sejatinya kita sama
ciptaan Sang Maha Sempurna
doa kami untuk anata
kawan dan saudara
di seberang samudera
yang sedang berduka
karena tsunami dan gempa
semoga kembali seperti sediakala
segera

Jumat, 31 Desember 2010

Happy New Year 2011

Jelang tahun baru 2011. Banyak doa dan kerja yang harus diupayakan perwujudannya.
Harap agar diri ini semakin baik, tidak cukup hanya dengan membuat resolusi. Tuliskan mimpi, buat proposal hidup, lengkap dengan tahapan-tahapan untuk mencapainya. Harap agar masyarakat dan lingkungan pun semakin baik. Mari bantu edukasi mereka. Ingatkan jika salah, koreksi saat melihat yang khilaf.  Harap agar bumi ini semakin hijau dan lestari, dan jadi hunian yang nyaman untuk ditinggali.
Selamat tahun baru 2011.

Rabu, 27 Oktober 2010

Puisi Anggrek Hijau

Salah satu bunga koleksi bunda.
Jadikan puisi pertanda cinta.
Selamat membaca...

Sabtu, 29 Mei 2010

Paphiopedilum madela

tegak menjulang
bunga tunggal mencuat sendiri
tak hendak sombong dan berbesar hati
dia hanya ingin mandiri

Rabu, 05 Mei 2010

Bunga Pukul Delapan

Semburat bunga pukul delapan
sungguh engkau cantik nian
berdaun bintang
menyapaku senang
saat siang menjelang...
kau layu tiada berkembang
sampai jumpa di hari mendatang
bungaku sayang

Rabu, 21 April 2010

Bunga Kaktus

masih merekah kelopak bungamu,
meninggalkan keindahan sisa semalam
kau beri keindahan sejati
samar tercium aroma wangi
segar… segar sekali
kaktus berduri
engkau mekar di malam hari
bungamu indah tiada terperi
nikmat Tuhan yang mana yang dapat kudustakan?
diberi-Nya aku
mata sempurna tuk nikmati ciptaan ilahi
penciuman yang peka terhadap aroma
kulit yang perasa, usap lembut sang bunga
mendengar hening suara pagi
aku tak bisa berkata-kata lagi

Sabtu, 10 April 2010

Irama Musaceae

di bawah teduh daun lebarmu
berbaris rapi cantik bungamu
jingga kemerahan dan kuning
semburat hijau di lentik jarimu
sungguh jelita kulihat dikau
Musaceae berirama memukau
di bawah limpahan nikmat Sang Pencipta
berkerancang umat manusia
bagaikan buih di lautan
ribuan jumlahnya tapi tak berdaya
bukankah kita umat yang satu
seharusnya berpadu
berbaris rapi tunjukkan diri
bagai bangunan yang kokoh berdiri
adalah makhluk ciptaan Ilahi
tak selayaknya sendiri

Sabtu, 03 April 2010

Paphiopedilum madela

tegak menjulang
bunga tunggal mencuat sendiri
tak hendak sombong dan berbesar hati
dia hanya ingin mandiri