Tampilkan postingan dengan label Bunga Bulan Desember. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bunga Bulan Desember. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Januari 2016

Bunga Bulan Desember

Lagi, Bunga Bulan Desember mekar di bulan yang tak sesuai dengan namanya. Penasaran juga, akhirnya kusempatkan untuk sedikit googling, mencari data tentang tanaman ini. 
Bunga Bulan Desember punya nama latin Haemanthus multiflorus tapi sekarang kabarnya dia berganti nama jadi Scadoxus multiflorus (entah pakai bubur merah bubur putih atau nggak). Dia sebetulnya merupakan tanaman tahunan yang bunganya biasa mekar di musim hujan, sekitar bulan November dan Desember. Berawal dari situ, namanya dikenal sebagai Bunga Bulan Desember sehingga tanaman ini disebut bunga Desember. Bunga ini sempat dipakai sebagai indikator iklim dunia. Tapi sekarang ini, bunga ini tak lagi setia pada namanya. Dia bisa mekar kapan saja. Kabarnya sih itu adalah salah satu dampak dari perubahan iklim global.
Bentuk bunganya seperti bola berdiameter antara 10 cm hingga bisa mencapai 30 cm (???) dengan warna merah terang. Mahkota bunga berbentuk seperti jarum dengan benang sari melengkung keluar, sedangkan kepala sari berwarna merah jambu. Bunga ini merupakan kerabat Bunga Lili yang menjadikan dia terkenal sebagai Blood Lily di luar negeri.
Bunga ini muncul sekali, bertahan beberapa hari, sudah itu...mati. Kemunculannya terasa tiba-tiba karena walaupun rasanya sudah kucermati dan kunanti-nanti kemunculan bunganya, ternyata kuncup bunganya tiba-tiba muncul dan beberapa hari kemudian siap mekar. Baiklah... tumbuh dan mekarlah semaumu. Aku akan tetap menantikan hadirmu, untuk mempercantik halaman depan rumahku. 

Minggu, 27 Desember 2015

Taman Bunga Sepenuh Cinta

Bunga adalah masa lalu, masa kini dan masa depanku. Sejak kecil dulu, ibu sudah mengenalkanku, mengakrabkanku pada bunga. Ragam bunga ditanam di taman kecil depan rumah. Sesekali, ibu mengajak kami, anak-anaknya, untuk menata kembali taman bunga kecil di depan rumah. Mencabuti rumput liar, menata kembali susunan bunga dan bebatuan hingga kembali menyegarkan mata. Kegiatan itu jadi selingan yang menyenangkan untuk kami, yang dilakukan sepenuh cinta.
Dan saat ini, ketika ada sebidang tanah kecil di depan dan belakang rumah yang bisa dimanfaatkan, rasanya memori masa kecil itu menguar kembali. Sekarang ini jadi tanggung jawab utamaku untuk mengurus tanaman dan bunga-bunga itu, mulai mencabuti rumput liar, menyiraminya sehari-hari, hingga membina(sakan) ulat-ulat nakal yang muncul. Ah... Harus kukalahkan rasa 'takut'ku pada makhluk berbulu itu. Maaf, aku lebih sayang bunga-bungaku daripada dirimu.
Ragam bunga tumbuh dan mekar di halaman depan rumah. Banyak di antaranya yang mekar bergantian, membuat semarak dan menyemai bahagia saat melihatnya. Jangankan bunga, saat melihat sehelai daun baru yang mungil muncul dari ujung tangkai, aku sudah bahagia luar biasa. Makin cinta jadinya. Ini sebagian dari koleksi bunga-bunga di depan rumah.
Kompilasi bunga dari #TamanBunga #deGreenFamily
Tumbuh dan mekar berkali-kali dari tangkai yang sama
Bunga Bulan Desember-mekar kapan dia mau
Vanda ungu di depan pintu
Sementara itu, sepetak tanah kecil di belakang rumah, sebagiannya dimanfaatkan untuk menanam tanaman dapur hidup. Kunyit, jahe, pandan, ada di sana. Belakangan ini ada tanaman kacang tanah, cabai dan paprika juga ikut tumbuh di sana. Belakangan, tunas mangga gedong gincu muncul dari biji yang kutanam. Yeay...!!! Selain itu, ada juga tanaman lain, yang nggak indah-indah amat, yang pada intinya difokuskan untuk produksi oksigen di halaman belakang. Rumah jadi sedikit sejuk kan karenanya. :)
Taman depan atau belakang, sama-sama aku suka, seperti anak pertama dan kedua. Cintanya serupa, tak membeda-beda, karena keduanya adalah bagian dari #deGreenFamily.