Tampilkan postingan dengan label daur ulang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daur ulang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Oktober 2011

Kompetisi Karya Tulis Kreatif 2011

Contek abis dari sumbernya langsung, sekedar menginformasikan adanya lomba menulis karya tulis esai, paper atau artikel dengan tema global daur ulang limbah. Dengan banyaknya tulisan bermutu mengenai daur ulang ini, diharapkan tulisan-tulisan tersebut akan mendatangkan manfaat yang besar bagi pembaca dan masyarakat umum. Selain lomba menulis esai atau artikel ini, ada juga lomba lainnya yang disegmentasikan untuk pelajar yaitu lomba menulis puisi dan lomba menulis cerita pendek.
Untuk diingat: Deadline pengiriman naskah lomba adalah tanggal 20 Desember 2011. Berikut ini informasi lengkapnya.
Posted by PORSENI
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Di mana masyarakat bermukim, di sanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water).
Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis bagi kita. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia senyawa organik dan senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi bumi (umumnya) dan kesehatan manusia (khususnya), sehingga perlu dilakukan penanganan efektif terhadap limbah di lingkungan sekitar kita.
Dari sini kami mengajak masyarakat umum untuk menulis sebuah karya tulis, esai, paper, atau berupa artikel singkat tentang daur ulang limbah yang lebih bermanfaat untuk masyarakat luas. Berikut ketentuan dan persyaratan yang berlaku:
1.Peserta Asli Berwarga Negara Indonesia.
2.Kompetisi berlaku untuk umum.
3.Tiap Karya yang diikutsertakan dalam kompetisi ini wajib mengandung unsur sosialisasi warga negara dan dapat memicu masyarakat umum dalam peningkatan hak dan kewajiban sosial.
4.Karya yang dilombakan belum pernah diterbitkan dalam bentuk buku, dan dipublikasikan lewat media cetak atau elektronik, serta tidak sedang diikutkan dalam kompetisi, lomba atau kegiatan serupa lainnya.
5.Karya yang diikutsertakan bukan saduran, terjemahan, plagiat atau pun murni menjiplak, baik sebagian maupun keseluruhan, dari naskah yang telah ada sebelumnya.
6.Objek anorganik, bisa berupa; Sampah kertas, sampah kaleng, sampah botol, sampah plastik, sampah baterai, dll.
7.Tiap peserta hanya diperbolehkan mengirim maksimal 2 karya terbaik dengan melampirkan data diri scan/foto kopi kartu identitas yang masih berlaku (SIM/KTP/Kartu Mahasiswa/Kartu Pelajar/Pasport, dll).
8.Peserta melampirkan Biodata singkat yang dilengkapi dengan Namor Telepon/HP dan alamat email aktif.
9.Karya wajib dikirim dengan format kertas A4, Margin Normal, font Arial 12 pt, spasi 1,5. Dan dikirim ke email : kreatif@inorbit.com.
10.Peserta melakukan registrasi/pendaftaran Rp.10.000,- via bank setiap judul karya, dan melampirkan struk transfer registrasi (di foto/scan). Nomor Rekening Pendaftaran Bank BNI: 015 473 1105 a/n : Aufa Imiliyana.
11.Karya diterima panitia terakhir tanggal 20 Desember 2011.
12.Dewan Juri menetapkan 3 Pemenang, dan 7 Nominator terbaik yang akan dibukukan, serta menjadi buku pokok dalam kompetisi hari sosial tahun 2011.
■Juara 1 - Rp. 3.200.000.00,- Sertifikat, Souvenir, Buku Terbitan Kompetisi.
■Juara 2 - Rp. 2.200.000.00,- Sertifikat, Souvenir, Buku Terbitan Kompetisi.
■Juara 3 - Rp. 1.200.000.00,- Sertifikat, Souvenir, Buku Terbitan Kompetisi.
■7 Nominator terbaik @ Rp. 100.000.000,- Sertifikat, Souvenir, Buku Terbitan Kompetisi.
13. Keputusan Dewan Juri bersifat Mutlak dan tidak dapat di ganggu gugat.
NOTE:
"20 Pendaftar Pertama Gratis"
(Uang Pendaftaran Kembali)

Dewan Juri:
1. Budi Harono.
2. Moh. Ridwan.
3. Samsul Ali.

Senin, 18 Oktober 2010

Pergulatan Batin Untuk Mempertahankan Gaya Hidup 'Hijau'

Kita seringkali merasa menjadi pejuang lingkungan hidup dengan melakukan berbagai gaya hidup hijau. Tapi tak urung masih merasa bersalah ketika dalam upaya mendaur ulang berbagai benda, kita masih juga menggunakan perekat dan cat semprot yang tidak begitu ramah lingkungan.
Minimal, itu membuat pembenaran bahwa kita sudah mengurangi sampah untuk membuat sesuatu yang baru, yang lebih bernilai guna. Mungkin salah satu perekat yang kita gunakan justru sangat beracun, tapi perekat itu berfungsi sangat baik. Ah... dilema.
Saya ditantang seorang teman untuk tidak membeli benda baru apapun selama 30 hari (kecuali belanja kebutuhan makan harian, tentunya). Hm... kelihatannya mudah. Tapi kupikir aku baru akan mulai bulan depan, karena handphone-ku sudah perlu diganti, dan aku sungguh-sungguh perlu sepasang kaus kaki baru. Dan aku sadar bahwa aku hanya menunda-nunda membuat dan melaksanakan komitmen karena konsumsi telah menjadi seperti bagian dari kehidupan kita. 
Pendiri perusahaan Organik Arsitek, dan penulis Green Building dan Rennovation for Dummies, Eric Corey Freed sering berkonsultasi pada proyek pembangunan hijau dan pendukung peletakkan perangkat hemat air ke rumah Anda, namun dia tetap ingin mempertahankan kolam renangnya. Bukankah hal ini sama saja dengan pemborosan air yang begitu banyak?
Apakah pengakuan ini benar masalah dengan mempraktekkan apa yang kita khotbahkan, fanatisme vs moderasi, atau hanya realitas kali?
Sebesar apapun rasa bersalah kita, apakah perasaan itu akan menjadi penghambat bagi kita dalam melanjutkan gaya hidup hijau yang coba kita lakukan, kita kampanyekan? Sebaiknya tidak. Tetaplah bergaya hidup hijau sekemampuan kita. Bila kita belum bisa mengganti pembalut dan pampers sekali pakai dengan kain seperti yang dulu dilakukan oleh nenek kita, minimal kita bisa menghemat penggunaan air pada saat kita mencuci. Kalaupun kita belum bisa melepaskan diri dari penggunaan lem super, paling tidak kita meminimalisir penggunaannya. Toh itu pun kita lakukan untuk upaya daur ulang. Setidaknya, ada langkah kecil yang kita lakukan untuk membuat bumi ini tidak semakin gersang. Yuk, keep green.

Rabu, 13 Oktober 2010

Berkat Daur Ulang, Jadi Wanita Terkaya di Dunia

Berita yang kubaca di yahoo! news, menguatkan apa yang kudengar dari radio Rase dalam perjalanan menuju tempat kerja pagi ini. 11 dari 20 wanita terkaya di dunia berasal dari Cina, dan wanita terkaya adalah Zhang Yin, yang dijuluki ratu daur ulang Cina.
Terbukti, bahwa ramah pada alam tidak akan membuatmu sengsara, bahkan mungkin jadi kaya raya, seperti Zhang Yin. Kiat-kiatnya membangun kerajaan (atau keratuan) kertasnya, bisa dibaca di sini. Membuat kertas daur ulang bisa jadi bisnis yang menjanjikan. Memanfaatkan kertas bekas yang notabene adalah sampah, kemudian mengolahnya menjadi kertas baru ataupun benda lain yang mempunyai nilai lebih, tidak hanya menunjukkan kepedulian dan keramahan pada lingkungan, tapi juga bisa menguntungkan secara finansial.
Di Indonesia, yang kutahu ada Suhuf Art Paper, yang memproduksi kertas daur ulang berseni. Produknya sudah diaplikasikan ke banyak benda. Hmm... ulasan tentang itu akan kubuat di posting-an lain saja, postingan khusus. Insya Allah.