Tampilkan postingan dengan label anggrek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anggrek. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Juni 2016

Anggrek Kecilku, Siapa Namamu...?

Beberapa waktu lalu bunga anggrek imut ini mekar lagi di taman kecilku. Bunga berkelopak putih dengan sedikit aksen garis ungu di kelopak bunga bagian bawah ini membuatku penasaran. Cepat sekali dia layu. Kupikir dia akan bertahan satu-dua hari, tapi ternyata dia mempunyai ritmenya sendiri. Mekar di pagi hari, dan keesokan harinya sudah menguncup kembali, menanti luruh ke bumi.
Setelah kutahu irama siklus mekarnya, di suatu pagi yang rusuh, ketika aku bersegera untuk berangkat ke tempat kerja, kusempatkan untuk berfoto bersamanya. Ribet juga berfoto bersama bunga yang belum kutahu namanya, hanya kukenal cantiknya ini. 
Bunga ini muncul dari batang di balik daun, tersembunyi. Untuk memotretnya, aku harus membalik bunganya ke arah belakang. Foto lainnya kuambil dengan menggunakan kamera depan sehingga wajahku ikut terambil. Dengan resolusi seadanya, kurasa lumayan juga hasilnya ;)
Selidik punya selidik, ternyata ini adalah jenis Anggrek Dendrobium. Dendrobium spurium, tepatnya. Begitu menurut info yang kudapat dari salah seorang penggemar Anggrek di sebuah grup di media sosial. Bunga ini termasuk spesies yang bisa ditemukan di hutan-hutan pulau Kalimantan, Jawa, Sumatera dan lainnya. Bukan jenis yang langka, kurasa, sehingga cukup bebas diperjualbelikan. Pohon Anggrek ini pun kudapat dari salah satu kios penjual bunga di dekat rumah saja. Kapan-kapan, aku cari pohon Anggrek lainnya, untuk menemani Dendrobium spurium cantik ini.

Minggu, 27 Desember 2015

Taman Bunga Sepenuh Cinta

Bunga adalah masa lalu, masa kini dan masa depanku. Sejak kecil dulu, ibu sudah mengenalkanku, mengakrabkanku pada bunga. Ragam bunga ditanam di taman kecil depan rumah. Sesekali, ibu mengajak kami, anak-anaknya, untuk menata kembali taman bunga kecil di depan rumah. Mencabuti rumput liar, menata kembali susunan bunga dan bebatuan hingga kembali menyegarkan mata. Kegiatan itu jadi selingan yang menyenangkan untuk kami, yang dilakukan sepenuh cinta.
Dan saat ini, ketika ada sebidang tanah kecil di depan dan belakang rumah yang bisa dimanfaatkan, rasanya memori masa kecil itu menguar kembali. Sekarang ini jadi tanggung jawab utamaku untuk mengurus tanaman dan bunga-bunga itu, mulai mencabuti rumput liar, menyiraminya sehari-hari, hingga membina(sakan) ulat-ulat nakal yang muncul. Ah... Harus kukalahkan rasa 'takut'ku pada makhluk berbulu itu. Maaf, aku lebih sayang bunga-bungaku daripada dirimu.
Ragam bunga tumbuh dan mekar di halaman depan rumah. Banyak di antaranya yang mekar bergantian, membuat semarak dan menyemai bahagia saat melihatnya. Jangankan bunga, saat melihat sehelai daun baru yang mungil muncul dari ujung tangkai, aku sudah bahagia luar biasa. Makin cinta jadinya. Ini sebagian dari koleksi bunga-bunga di depan rumah.
Kompilasi bunga dari #TamanBunga #deGreenFamily
Tumbuh dan mekar berkali-kali dari tangkai yang sama
Bunga Bulan Desember-mekar kapan dia mau
Vanda ungu di depan pintu
Sementara itu, sepetak tanah kecil di belakang rumah, sebagiannya dimanfaatkan untuk menanam tanaman dapur hidup. Kunyit, jahe, pandan, ada di sana. Belakangan ini ada tanaman kacang tanah, cabai dan paprika juga ikut tumbuh di sana. Belakangan, tunas mangga gedong gincu muncul dari biji yang kutanam. Yeay...!!! Selain itu, ada juga tanaman lain, yang nggak indah-indah amat, yang pada intinya difokuskan untuk produksi oksigen di halaman belakang. Rumah jadi sedikit sejuk kan karenanya. :)
Taman depan atau belakang, sama-sama aku suka, seperti anak pertama dan kedua. Cintanya serupa, tak membeda-beda, karena keduanya adalah bagian dari #deGreenFamily.

Jumat, 12 Juni 2015

Bunga-bunga di Rumah Baru

Setahun masa tinggalku di rumah baru. Tanaman yang ikut kubawa pindahan mulai beradaptasi dengan suasana baru dan satu persatu mulai berbunga. Perkenalkan...anggota keluarga di rumah baruku.
Amarylis Orange. Amarylis ini dikenal juga dengan nama bakung, bukan? Bunga ini sudah mekar dua kali dalam rentang waktu setahun di rumah baru. Mekarnya bergantian. Satu mekar, yang lain masih kuncup. Ketika yang kuncup mulai mekar, yang lainnya justru layu. Jadi penasaran, apakah akan ada masanya bunga ini mekar bersamaan?
Paphiopedilum. Senangnya... bunga ini sudah 3 kali berbunga. Setelah muncul bunga pertama, lalu sambung menyambung beberapa kali, dilanjut dengan kuntum berikutnya, Kali ini sempat mekar bersamaan. Cantiiik...!
Bunga Anggrek dendrobium ungu tua. Ketika mekar pertama di rumah barunya, hanya 4 atau 5 kuntum bunganya. Sebelumnya, di rumah yang lama, untaian bunganya bisa mencapai belasan kuntum bunga di satu tangkai. Mungkin dia masih dalam masa adaptasi. Mudah-mudahan di musim berbunga berikutnya, bunganya lebih banyak yaa. Saat ini muncul lagi daun-daun kecilnya.  
Phalaenopsis. Bunga anggrek bintik ini awet juga bertahan dengan beberapa kuntum bunga dalam satu untaian. 
Anggrek putih kecil. Anggrek jenis apa ini yaa? Ah... aku pun tak punya catatannya. Kubeli pada saat pameran beberapa waktu yang lalu, dia sudah berbunga, putih, kecil-kecil. Tak sempat kuabadikan bentuk bunganya. Berharap di kesempatan berikutnya, bunganya muncul lebih banyak.
Vanda ungu. Bunga ini sudah menumbuhkan kuncup bunganya ketika di rumah lama, tapi urung berkembang hingga matinya. Ketika kubawa ke rumah baru, batang bunganya masih utuh, tapi berangsur kering. Batang itu kemudian kupotong untuk memberi kesempatan agar bunga baru berani tumbuh. Dan memang tak lama kemudian batang bunga baru pun muncul. Kurawat dan kusayang-sayang agar sukses berkembang. Dan inilah dia, rangkaian anggrek vanda ungu yang kuposisikan di depan pintu depan rumah.
Adenium. Bunga ini dikenal dengan nama Kamboja Jepang, padahal nama ini sebetulnya 'menyesatkan', karena bunga ini bisa disangka sekeluarga dengan kamboja padahal kedua tanaman itu berasal dari keluarga inti yang sama (Apocynaceae) tapi genus yang berbeda. Mungkin bisa dikatakan bahwa mereka adalah sepupuan. ;) Tetangga sebelah rumah menanam pohon kamboja putih di halaman depan rumahnya, sementara Adeniumku kutanam di belakang rumah. Sudah berbunga beberapa kali, dan aku masih selalu menikmati keindahannya. Bunga cantik, yang membuatku menginginkan adenium varian lainnya, untuk menemani si pinky yang satu ini.

Selasa, 12 Maret 2013

Bungaku

Sudah cukup lama juga aku tidak merawat tanaman bunga peninggalan ibu. Aku seringkali alpa menyiramnya, sampai satu-dua layu dan mengering. Tapi belakangan ini kutekadkan diri untuk merawat kembali tanaman bunga -terutama Anggrek- yang banyak terdapat di taman samping. Dan alhamdulillah, tamanku mulai berseri lagi.
Di 'taman' atas, batang-batang kaktus memunculkan bunga-bunga besar yang hanya mekar semalam. Ah... selalu terlewat mengabadikannya. Tapi masih ada beberapa kuncup yang siap mekar di hari-hari mendatang. Sementara itu, beberapa kuntum anggrek mulai menampakkan diri. Salah satunya malah sudah mulai mekar, varian phalaenopsis berbintik ini yang mulai mekar kembar. Kuntum lainnya akan mekar sempurna di beberapa hari mendatang. Aku tunggu.
Sementara itu, beberapa bunga yang lain pun dalam antrian untuk mekar. Tunggu... nanti gambar-gambarnya kuunggah di sini juga, untuk menemani phalaenopsis bintik yang ini. Yang jelas, sesuai quote yang kupasang jadi cover facebook-ku, selalu lakukan yang terbaik. Apa yang kau taman sekarang, akan kau panen kelak. Kalaupun tidak dipanen, insya Allah akan kelihatan hasilnya. Jadi, ayo menanam ;)

Rabu, 27 Oktober 2010

Puisi Anggrek Hijau

Salah satu bunga koleksi bunda.
Jadikan puisi pertanda cinta.
Selamat membaca...

Sabtu, 29 Mei 2010

Paphiopedilum madela

tegak menjulang
bunga tunggal mencuat sendiri
tak hendak sombong dan berbesar hati
dia hanya ingin mandiri

Sabtu, 03 April 2010

Paphiopedilum madela

tegak menjulang
bunga tunggal mencuat sendiri
tak hendak sombong dan berbesar hati
dia hanya ingin mandiri

Sabtu, 13 Maret 2010

Asa Bunga

Ingin kembali segarkan dunia
dengan senyum dan canda tawa
Ingin kembali segarkan dunia
dengan musik, rupa dan warna
Ingin kembali segarkan dunia,
dengan rumput, pohonan dan bunga
Untuk itulah Asa Bunga dicipta
Membawa segar dan rona,
agar masuk kembali ke rongga dada
Hijaukan alam warnai semesta
Hingga bumi kembali nyaman
untuk dihuni