Tampilkan postingan dengan label #deGreenGarden. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #deGreenGarden. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Maret 2017

Haiku Bungaku

Bunga perdana 
Paphiopedilum-ku
Mekar sempurna

Si cantik indah
Sapa dirimu ramah 
Di depan rumah
The first flower blooms
My Paphiopedilum
Embracing the world

The beauty orchid
Welcoming you gracefully
In front of my house

Kamis, 30 Juni 2016

Sapa Pagi Setiap Hari

Pagi, Pandan
Sapa selamat pagi setiap hari, 
untuk penghuni kebun belakang ini
salah satunya sang pandan wangi.
Sesekali kupetik daunnya untuk campuran kolak pisang dan ubi 
atau untuk menanak nasi.
Wangi...
Morning, Mangoes
Tak cukup hanya dengan satu
dengan sayang kutanam bijimu
Tunas kecil tumbuh malu-malu
tapi daunmu menyembul satu demi satu
Tak ragu...
Hello, Avocado
Tanam biji tak berharap banyak, tapi tunasmu mantap menyeruak.
Tumbuh dan berkembang mencapai puncak, aku menyimak...
Entah berapa lama aku harus berharap
hingga kelak buahmu tampak.
Morning, Markisa
Tanaman pejuang dan keras kepala -itu pun kalau dia punya- itulah Markisa
Kucabuti tunasmu hampir semua
namun akhirnya kuberi kesempatan tumbuh juga
Sulur merambat ke mana-mana
Lalu muncullah bunga demi bunga
dan buah yang bergelantungan manja
menunggu matang di pohonnya
Pagi, Strawberry
Sapaku setiap pagi, pada tunas mungil yang kutanam dari biji.
Sulur merambah ke sana ke mari, berharap untuk berbagi.
Tak sabar melihatmu bersemi
Kunanti merahmu, Strawberry.

Salam pagi dari keluarga kecil penghuni de Green Garden.

Selasa, 07 Juni 2016

Anggrek Kecilku, Siapa Namamu...?

Beberapa waktu lalu bunga anggrek imut ini mekar lagi di taman kecilku. Bunga berkelopak putih dengan sedikit aksen garis ungu di kelopak bunga bagian bawah ini membuatku penasaran. Cepat sekali dia layu. Kupikir dia akan bertahan satu-dua hari, tapi ternyata dia mempunyai ritmenya sendiri. Mekar di pagi hari, dan keesokan harinya sudah menguncup kembali, menanti luruh ke bumi.
Setelah kutahu irama siklus mekarnya, di suatu pagi yang rusuh, ketika aku bersegera untuk berangkat ke tempat kerja, kusempatkan untuk berfoto bersamanya. Ribet juga berfoto bersama bunga yang belum kutahu namanya, hanya kukenal cantiknya ini. 
Bunga ini muncul dari batang di balik daun, tersembunyi. Untuk memotretnya, aku harus membalik bunganya ke arah belakang. Foto lainnya kuambil dengan menggunakan kamera depan sehingga wajahku ikut terambil. Dengan resolusi seadanya, kurasa lumayan juga hasilnya ;)
Selidik punya selidik, ternyata ini adalah jenis Anggrek Dendrobium. Dendrobium spurium, tepatnya. Begitu menurut info yang kudapat dari salah seorang penggemar Anggrek di sebuah grup di media sosial. Bunga ini termasuk spesies yang bisa ditemukan di hutan-hutan pulau Kalimantan, Jawa, Sumatera dan lainnya. Bukan jenis yang langka, kurasa, sehingga cukup bebas diperjualbelikan. Pohon Anggrek ini pun kudapat dari salah satu kios penjual bunga di dekat rumah saja. Kapan-kapan, aku cari pohon Anggrek lainnya, untuk menemani Dendrobium spurium cantik ini.

Minggu, 24 Januari 2016

Bunga Bulan Desember

Lagi, Bunga Bulan Desember mekar di bulan yang tak sesuai dengan namanya. Penasaran juga, akhirnya kusempatkan untuk sedikit googling, mencari data tentang tanaman ini. 
Bunga Bulan Desember punya nama latin Haemanthus multiflorus tapi sekarang kabarnya dia berganti nama jadi Scadoxus multiflorus (entah pakai bubur merah bubur putih atau nggak). Dia sebetulnya merupakan tanaman tahunan yang bunganya biasa mekar di musim hujan, sekitar bulan November dan Desember. Berawal dari situ, namanya dikenal sebagai Bunga Bulan Desember sehingga tanaman ini disebut bunga Desember. Bunga ini sempat dipakai sebagai indikator iklim dunia. Tapi sekarang ini, bunga ini tak lagi setia pada namanya. Dia bisa mekar kapan saja. Kabarnya sih itu adalah salah satu dampak dari perubahan iklim global.
Bentuk bunganya seperti bola berdiameter antara 10 cm hingga bisa mencapai 30 cm (???) dengan warna merah terang. Mahkota bunga berbentuk seperti jarum dengan benang sari melengkung keluar, sedangkan kepala sari berwarna merah jambu. Bunga ini merupakan kerabat Bunga Lili yang menjadikan dia terkenal sebagai Blood Lily di luar negeri.
Bunga ini muncul sekali, bertahan beberapa hari, sudah itu...mati. Kemunculannya terasa tiba-tiba karena walaupun rasanya sudah kucermati dan kunanti-nanti kemunculan bunganya, ternyata kuncup bunganya tiba-tiba muncul dan beberapa hari kemudian siap mekar. Baiklah... tumbuh dan mekarlah semaumu. Aku akan tetap menantikan hadirmu, untuk mempercantik halaman depan rumahku.